Searching for the truth … Read the Qur’an

SEBERAPA BESAR TEROMPET YANG AKAN DITIUP MALAIKAT ISRAFIL?

Posted by alisaid on 4 October 2007

Bentuk Alam Semesta 

Oleh: Ali Said 

 

Setelah penulis ajak pembaca berjalan-berjalan di ruang angkasa dari satu planet ke planet yang lain dan dari satu benda angkasa ke benda angkasa yang lain dan juga telah ditunjukkan betapa besarnya alam semesta ciptaan Allah ini (Baca artikel “Allah Maha Besar … “ di web ini), selanjutnya penulis ajak untuk merenungkan seberapa besar terompet yang akan ditiup oleh Malaikat Israfil. Sebelum mengkaji seberapa besar terompet yang akan ditiup Malaikat Israfil, terlebih dahulu marilah kita bahas apa makna terompet yang disebutkan pada beberapa ayat Al Qur’an? Dalam sejarah manusia khususnya jaman kerajaan, terompet sering digunakan sebagai alat untuk pengumuman tentang sesuatu hal dari Sang Raja atau juga untuk memberikan tanda bahwa para pengawal kerajaan untuk berkumpul. Demikian juga Kerajaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta dan ciptaannya. Ketika Hari Akhir saatnya tiba, maka terompet akan ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya. Kemudian ketika Allah akan mengumpulkan dan menghidupkan kembali seluruh manusia untuk menghadapi pengadilan Allah, terompet juga ditiup untuk kedua kalinya.

Para ilmuan tidak ada habis-habisnya meneliti dan memikirkan keberadaan alam semesta ini, dari mengamati bumi beserta isinya termasuk diri manusia itu sendiri, sampai benda-benda di luar angkasa bahkan sampai memprediksi bentuk alam semesta ciptaan Allah ini. Gambar-gambar yang dapat dilihat pada www.rense.com/general72/size.htm hanyalah merupakan bagian kecil dari benda-benda yang ada di alam semesta ini yang berhasil diamati manusia. Semua benda-benda tersebut tentunya berada dalam suatu ruang yang disebut alam semesta yang diasumsikan oleh para ilmuan ada batasnya. Berkaitan dengan hal ini, para ilmuan mencoba memprediksi bentuk alam semesta melalui pengamatan atau data-data yang dikumpulkan dengan peralatan canggih yang ada.  

Pada awalnya para ilmuan memprediksi bahwa bentuk alam semesta ini adalah datar atau “flat”.  Kemudian ilmuan dari Inggris memprediksi lagi bahwa bentuk alam semesta adalah seperti bola sepak. Prediksi bentuk alam semesta seperti bola sepak sebenarnya sebuah perkiraan yang bagus sebagai bagian dari teori alam semesta yang terbatas (finite universe theory). Akan tetapi berdasarkan data-data terbaru khususnya tentang “background radiation” yang dikumpulkan para ilmuan tidak mendukung prediksi tersebut teori tersebut. Dengan data-data terbaru yang dikumpulkan oleh sebuah alat milik NASA bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob (WMAP)” Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, yang memimpin sekelompok ilmuan mengajukan bentuk alam semesta yang sungguh mengejutkan. Profesor Steiner dan kelompoknya mengklaim bahwa alam semesta berbentuk seperti terompet. Bentuk ini cocok dengan hasil observasi (data yang dikumpulkan). Pada ujung depan terompet merupakan bagian alam semesta yang dapat diobservasi manusia (observable) dan semakin ke ujung belakang dari terompet tersebut adalah bagian alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable). (Lihat Gambar). Sekarang marilah kita tengok salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang terompet, misalnya QS An-Naml ayat 87: “Dan pada hari (ketika) TEROMPET ditiup, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri” (QS 27:87). 

Apa yang bisa kita tafsirkan dari ayat tersebut? Jika hasil temuan para ilmuan tersebut kita gunakan sebagai dasar untuk menafsirkan ayat tersebut, maka yang dimaksud terompet adalah alam semesta ini yang bentuknya menyerupai terompet. Jadi ketika terompet (baca alam semesta dan seluruh isinya) ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya maka saat itulah “timing” dari berakhirnya kehidupan manusia dan hancurnya alam yang fana ini atau yang disebut sebagai Hari Akhir. Dalam beberapa ayat lain, terompet ini akan ditiup untuk yang kedua kalinya yang menandai dibangkitkannya manusia dari kematian untuk menghadapi pengadilan Allah, dan inilah yang dinamakan sebagai Hari Kiamat (Hari Kebangkitan). Sebagai catatan, sebenarnya menurut Al Qur’an ada urutan kejadian berkenaan dengan hari akhir yang diawali dengan hancurnya alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia ini (dalam Al Qur’an salah satunya merujuk pada kata “as-saa’ah” atau Waktu dimulainya kehidupan akhirat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang pertama kalinya) yang diikuti dengan dibangkitkannya dan dikumpulkannya manusia dari kematian (dalam Al Qur’an dikatakan dengan istilah “al-qiyaamah” atau hari Kiamat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang kedua kalinya)  untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama di dunia (salah satu istilah yang dipakai di Al Qur’an “yaumul fashl” atau hari penentuan). 

Catatan lain, jika kita baca Al Quran terkait dengan terompet ditiup, maka kalimat yang digunakan adalah “NUFIKHO FII ASH-SHUURI’ atau “YUNFAKHU FII ASH-SHUURI” bukan menggunakan kalimat “NUFIKHO ASH-SHUURU” atau ” YUNFAKHU ASH-SHUURU”. Hal yang meanrik untuk dikaji adalah kata “FII” selalu digunakan dalam semua ayat yang terkait dengan terompet ditiup. Hal tersebut tampaknya dapat menegaskan bahwa terompet sebagai kata kiasan akan bentuk alam semesta, dan bukan seperti terompet mainan anak-anak atau terompet tahun baru yang kita bayangkan. Kata “FII” dalama ayat tersebut mempertegas bahwa benda-benda yang ada di dalam terompet semesta yang akan ditiup dan hancur berantakan. Kemudian pada sejumlah ayat yang terkait dengan hari akhir adalah penggunaan “AS-SAMAA”  (bentuk tunggal) bukan “AS-SAMAWAAT” (bentuk Jamak) ketika Al Quran berbicara tentang langit yang terbelah dan juga langit akan digulung pada hari akhir. Apakah ini sebagai isyarat bahwa langit yang terdekat dengan kita (mungkin lapisan pertama dari tujuh lapisan) yang akan digulung pada hari akhir nanti? Walloohu A’lam.

Wallaahu a’lam bish shawab. 

16 Responses to “SEBERAPA BESAR TEROMPET YANG AKAN DITIUP MALAIKAT ISRAFIL?”

  1. muchlis said

    Subhanalloh !!!
    Thank you verimuch ya akhi!!!
    Mohon ilmu yang lain lagi!!

  2. rizal pratama said

    allahuakbar…
    penuhilah hati ini dengan keimanan kepadamu ya rabb..
    jangan sampai ada keragan sedikit pun…
    syukran ya akhi ‘ala kulli hal fi haadzal ‘ilmi…

  3. rival said

    jauhuilah berbagai maksiat di muka bumi ini

  4. Maha besar AllAH dengan segala firman nya .
    trima kasih atas segala ke ihklasannya utk berbagi ilmu
    dengan yg orang yg tdk tentu arah ini.ornag yg sering bimbang .

  5. muhammad dhariel ryadh said

    SEGALA PUJI BAGI ALLAH,, TUHAN SEMESTA ALAM..

  6. munahar said

    Subhanallah…, menakjubkan … !!!, ustadz mohon informasinya Prof. Frank Stainer dan ilmuan lainnya melakukan penelitian itu kapan ?, Jazakillah ustadz atas jawabannya. Semoga Allah SWT senantiasa menambahkan ilmu dan pemahaman kepada kita semua. amiin . . . .

  7. Yudi ayam said

    Subhanallahi ..Semua yang di langit dan di bumi bertasbih kpd Alla SWT ,telah banyak ayat-ayat yang terbukti , terimah kasih informasinya

  8. TIDAK ADA KERAGU RAGUAN LAGI DALAM ISLAM. HANYA ORANG2 YG DIBUTAKAN MATA HATINYA YG TIDAK DAPAT MELIHAT KE AGUNGAN ALLOH

  9. Arham said

    Allahu Akbar,, Maha Besar engkau yaa Allah…

    minta izin untuk disimpan dan dipostkan…??

    Assalaamu’alaikum ww
    Silahkan, semua yang ada di blog ini bebas untuk dikutip dan disebarkan.

    Wassalaamu’alaikum ww
    Ali

  10. Lia said

    Assalamualaikum ww

    Saya ijin repost ya akhi.

    Terimakasih sebelumnya

  11. masya Allah.. berapa lama lagikah waktu kita?Subhanallah…

  12. yudhi said

    Allohu Akbar…

  13. adihari47i said

    salut utk Profesor Frank Steiner dgn teori penemuan bntuk alam semesta yg spt terompet,tp maaf sy ga yakin kyk terompet…kan bntuk terompet spt kerucut itu kan cuma hayalan ciptaan manusia belaka..sdgkan bntuk terompet sebenar-benarnya Malaikat Israfil hanya Allah dan Israfil yang tahu..

  14. Sebenarnya dah dngn sngt jelas diterangkan dlm Alqur’an mengenai segala hal tapi emang karna otak manusia memiliki keterbatasan maka dngn cara bertahap akan terbuka kebenaran ayat2 Alqur’an.

  15. subhanallah… semakin pesat kemajuan ilmu pengetahuan, semakin membuktikan keucian alqur’an.

  16. Hasan said

    Kiamat ketika manusia dimintai pertanggungjawaban di hadapanNya. Kiamat dalam arti lenyapnya kehidupan atau digulungnya kehidupan ini siapapun orang tidak tahu, itu rahasia Tuhan dan hanya Tuhan yang tahu.

    ijin posting ulang Bang.

    Komentar:
    Ada yang menarik dari QS 20:15 (Surah Taha ayat 15). Banyak terjemahan Qur’an versi Indonesia tidak menerjemahkan kata “AKKADU” sebelum kata “UKHFIIHA”. Padahal kata AKAADU artinya adalah “HAMPIR” sehingga kalau digabung dengan kata berikutnya …”AKU HAMPIR MENYEMBUNYIKAN WAKTUNYA”. Terjemah resmi versi bahasa inggris yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi telah menerjemahkan ayat tersebut dengan benar dalam arti menerjemahkan kata “AKAADU”. Apa implikasinya? Alloh tidak menyembunyikan datangnya hari kiamat 100% menurut ayat tersebut.
    Walloohu a’lam

    Ali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: