Searching for the truth … Read the Qur’an

SUMUR MINYAK PERTAMA MENURUT AL QUR’AN?

Posted by alisaid on 28 October 2007

Oleh: Ali Said

Kalau kita baca sejarah pengeboran minyak yang sekarang ini kita kenal, pengeboran itu diawali pada abad ke-19 tepatnya tanggal 24 Januari 1859 yang berhasil mengeluarkan minyak dari dalam bumi. Sumur ini dibuat oleh Edwin Lorentine Drake di tengah kawasan pertanian di barat laut Pennsylvania. Drake memilih lokasi tersebut untuk usaha pengeboran  minyaknya karena sebelumnya, warga kawasan itu sudah sering menemukan minyak ketika menggali sumur untuk mencari air biasa. Sumber (sumur) minyak pertama ini kemudian dikenal dengan nama The Drake Well, dan keberhasilan pengeboran minyak pertama ini memulai eksplorasi minyak di seluruh dunia.

Bagaimana kita dapatkan informasi tentang sumur minyak pertama dalam Al Qur’an? Untuk menjawab hal ini, pembaca perlu merujuk pada tulisan “BAGAIMANA CARA MEMBUAT BAJA” atau “TINJAUAN TAFSIR ……” karena pembahasan tentang sumur minyak ini tergantung pada bagaimana kebenaran tafsir kata “AL QITHR”, dan tulisan ini sebenarnya hanyalah pengembangan dari dua tulisan tersebut. Kalau kita tinjau kembali penafsiran kata “AL QITHR” pada kedua tulisan tersebut jelas, bahwa “AL QITHR” lebih tepat diartikan sebagai “TER / TAR / TIR” yang merupakan “MINYAK MENTAH”. Dalam Al Qur’an Surat Saba ayat 12 berbunyi “wa asalnaa lahuu ‘ainal qithr. Jika kata “qithr” di sini diterjemahkan sebagai “ter/tir” yang merupakan “minyak mentah” maka tidak memerlukan tafsiran tambahan dengan kata “yang meleleh” seperti yang terdapat pada kitab-kitab tafsir dan Terjemah Al Qur’an. Kalau kita teliti kembali ayat tersebut dengan seksama, ada dua kata yang menurut penulis sangat signifikan dalam mengkaji kebenaran akan ayat tersebut yaitu ASALNAA (kami alirkan) dan ‘AIN. Sesuatu yang dialirkan secara bahasa biasanya berkaitan dengan benda cair. Dengan demikian QS Saba ayat 12 lebih tepat terjemahannya adalah “dan kami alirkan padanya (Nabi Sulaiman) sumur minyak (spring of oil)”. Kesimpulannya, boleh jadi SUMUR MINYAK PERTAMA sudah ada sejak Nabi Sulaeman.

Walloohu a’lam.

 

2 Responses to “SUMUR MINYAK PERTAMA MENURUT AL QUR’AN?”

  1. Subhanallah….

  2. Indah Pertiwi said

    Assalamu’alaikum Ustad.
    I’m a undergraduated student. Now I’m studying in IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh. ur papers are very exciting. Afwan Ustad.. I admire you.

    Waalaikum salam
    Many thanks for your comment, but don’t call me ustad. My religious knowledge is far from those called ustad. I am just an ordinary person. Good luck for your study.
    Wassalaam ww

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: