Searching for the truth … Read the Qur’an

MATAHARI TELAH TERBIT DARI BARAT?

Posted by alisaid on 6 December 2007

Bagaimana perkembangan Islam di dunia Barat khususnya di AS?

Mengapa banyak warga AS yang masuk Islam? 

Kalau Tony Blair (mantan PM Inggris) paling tidak sudah 3 kali tamat baca Al Qur’an, bagaimana dengan kita?

Kalau Tony Blair dan Chelsea Clinton (puteri mantan presiden AS Bill Clinton) memiliki kebiasaan membawa Qur’an kemana saja pergi, bagaimana dengan kita?

Kalau bagi Tony Blair, Qur’an memberi inspirasi dan dorongan di saat-saat sulit, apa makna Qur’an buat kita?

Apakah Napoleon Bonaparte masuk Islam?

Mau tahu ….. baca artikel berikut!!!  

 

MATAHARI TELAH TERBIT DARI BARAT? 

Oleh: Ali Said

Sebuah hadist menyebutkan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah matahari akan terbit dari arah barat.  Sebagian besar pentafsir menyatakan bahwa makna “matahari akan terbit dari arah barat” adalah makna yang sesungguhnya yaitu matahari secara nyata yang kita lihat sehari-hari.  Ada sebagian yang menyatakan bahwa makna yang dimaksud adalah  “Islam akan bersinar dari dunia Barat”, atau dengan kata lain kalimat tersebut tergolong dalam gaya bahasa metamorfosa. Sebenarnya gaya bahasa metamorfosa banyak digunakan manusia dari berbagai belahan bumi. Misalnya di Indonesia kita mengenal “Ayam Jantan dari Timur” yang menggambarkan kepahlawanan Hasanuddin. Kemudian mungkin ada yang pernah mendengar atau melihat film berjudul “Lion on the Desert” atau “Singa Padang Pasir” yang juga mengggambarkan seorang pahlawan di padang pasir. Dan juga Sahabat Ali RA dikenal dengan julukan “Al Baabu al-ilmu” atau “Pintunya Ilmu”. Jadi pada dasarnya penafsiran kata “matahari” dengan “islam” ada benarnya, mengingat bahwa Islam berfungsi sebagai penerang yang menerangi kehidupan manusia untuk berjalan pada rel-rel kebenaran sesuai yang digariskan oleh Allah SWT. Sehingga fungsi Islam dapat diidentikkan dengan Matahari. Terlepas dari masalah tafsir tersebut, tulisan ini mencoba membahas perkembangan Islam di dunia Barat secara umum dan di Amerika Serikat secara khusus.  

Jumlah penduduk Muslim dan pertumbuhannya di Negara-negara Barat

Telah diakui berbagai kalangan bahwa Islam adalah agama dengan tingkat pertumbuhan yang paling cepat (the fastest growing religion).  Berdasarkan data yang ada, selama kurun waktu kurang lebih 20 tahun sejak awal 1970-an sampai sekarang penduduk muslim meningkat lebih dari 200% dari sekitar 500 juta menjadi sekitar 1,5 milyar. Pertumbuhan penduduk muslim yang cepat tersebut terutama disumbang oleh tingkat pertumbuhan penduduk di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Meskipun demikian, islam sebagai “the fastest growing religion”, seperti diakui berbagai kalangan, juga terjadi di negara-negara Barat. Di Inggris misalnya, selama kurun waktu 20 tahun sekitar 20.000 orang masuk Islam. Menurut laporan “The Daily Telegraph” edisi 30 April 2001, sebagian besar para muallaf (muslim convert) adalah yang mereka yang punya kedudukan di masyarakat, memiliki hubungan keluarga yang kuat, dan memilih Islam setelah melalui penelitian dan kajian yang mendalam. Selanjutnya yang menarik dari laporan tersebut adalah bahwa diantara yang masuk Islam ternyata lebih banyak wanita dibandingkan laki-laki. Di antara mereka yang masuk Islam adalah Joe Dobson putra mantan Menteri Kesehatan Inggris, putra dari John Birt, mantan Direktur BBC, dan puteri Lord Juctice Scott, seorang hakin ternama di Inggris. Perkembangan penduduk muslim yang cepat juga terjadi di Denmark. Secara keseluruhan, berdasarkan survey yang dilakukan  PBB pada 1999, penduduk muslim Eropa meningkat lebih dari 100% selama kurun waktu antara 1989 dan 1998. Hal yang sama juga terjadi di Amerika Serikat. 

Melihat sebaran penduduk muslim khususnya di Benua Eropa dan Amerika berdasarkan data yang ada (lihat Tabel 1 dan 2), diperoleh bahwa secara keseluruhan di Benua Eropa terdapat penduduk muslim sebanyak 50,9 juta atau 7% dari total penduduk, sementara di benua Amerika terdapat sekitar 10,9 juta atau hanya 1% dari total penduduk di benua tersebut. Di Eropa negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar adalah Rusia (27 juta), diikuti Perancis (6, 1 juta) dan Jerman (3 juta). Beberapa negara Eropa lain yang berpenduduk muslim cukup besar (lebih dari 1 juta adalah Inggris, Italia, Bosnia, Albania dan Yugoslavia, sementara di daratan Amerika, penduduk muslim terbesar mendiami Amerika Serikat (sekitar 6 juta jiwa atau 2,1% dari total penduduk Amerika Serikat) diikuti oleh Kanada (0,8 juta atau 2,5% dari total penduduk Kanada). Perlu dicatat bahwa dari beberapa sumber yang ada, terdapat perbedaan estimasi jumlah penduduk muslim di Negara-negara Barat. Misalnya sumber lain melaporkan di Inggris terdapat sekitar 3,3 juta muslim, di Jerman 3,9 muslim dan Perancis 7,5 juta muslim. 

tabel1.jpg

Perkembangan Islam di Amerika Serikat 

Melihat kondisi masyarakat muslim yang mendiami kedua benua tersebut khusunya di Eropa dan Amerika Utara (yang dikenal sebagai Negara-negara Barat), tampaknya masyarakat muslim yang tinggal di negara-negara Eropa banyak mendapat tekanan dari pemerintah. Misalnya kasus jilbab di Perancis dan Belanda, dan juga tekanan terhadap komunitas muslim di negara-negara yang bergejolak khususnya di Eropa Timur. Inggris dan Jerman mungkin termasuk Negara Eropa yang cukup kondusif bagi perkembangan Islam.  Meskipun mungkin ada tekanan dari pemerintah, tetapi tampaknya penduduk muslim yang tinggal di Amerika Serikat memiliki kebebasan berkespresi yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang menetap di banyak negara di Eropa.  Untuk itulah, tulisan ini akan lebih memfokuskan pada perkembangan Islam di Amerika Serikat. Alasan lain mengapa memilih Amerika Serikat adalah ada yang mengatakan bahwa  Amerika Serikat lebih relijius dibandingkan dengan negara-negara Barat yang lain. Pendapat tersebut mungkin ada benarnya kalau kita tengok fondasi yang mendasari pemerintahan Negara Adidaya tersebut. Misalnya dalam mata uang tertulis “In God We Trust” dan “One Nation Under God” pada  ikrar/sumpah setia yang dilahirkan oleh para pendahulu di AS merupakan bukti yang cukup untuk membenarkan pendapat tersebut. Meskipun banyak yang menentang bahkan mengajukan petisi untuk mengganti semboyan-semboyan tersebut, usaha-usaha tersebut sia-sia. Selanjutnya pada akhir 1990-an, Negara Bagian Ohio memenangkan persidangan untuk memasang motto “With God, all things are possible”. Moto ini tentunya juga sejalan dengan Al Qur’an, misalnya QS 2:106 yang artinya “Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?”.  

Menurut sejarah, Islam pertama kali masuk Amerika Serikat sekitar tahun 1530 ketika sejumlah orang Afrika Barat dibawa ke Amerika Serikat karena adanya perdagangan budak. Dari ratusan ribu orang Afrika yang dipaksa pindah dari tanah asal mereka, sekitar 14 persen sampai 20 persen di antara mereka beragama Islam. Sementara itu, menurut sejarah, orang Amerika kulit putih pertama yang masuk Islam adalah Alexander Russel Webb, seorang jurnalis. Dia memulai hidupnya sebagai penganut Presbitarian (salah satu aliran dalam agama Kristen), tetapi dia menemukan paham aliran ini membosankan dan tidak encouraging. Awal tahun 1881 dia mulai mencari kebenaran sejati dengan membaca buku-buku di sebuah perpustakaan yang menyimpan lebih dari 13.000 volume yang dapat dia akses. Awalnya dia mempelajari tentang Budisme dan dia temukan ajaran tersebut kurang sempurna. Akhirnya dia mempelajari Islam dan dia temukan kebenaran sejati, dan pada tahun 1888 dia menyatakan dirinya secara formal sebagai seorang muslim. Pada mulanya dia tidak pernah bertemu dengan orang Islam di Amerika, tetapi ada kontak dengan beberapa orang Islam di India dan berkorespondensi. Pada akhirnya masa hidupnya dia rajin menyebarkan Islam di Amerika baik melalui orasi maupun tulisan-tulisannya. Istri dan ketiga anaknya juga akhirnya memeluk Islam (untuk mengenal lebih jauh siapa Alexander Russel Webb, bisa dibaca di http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_Russell_Webb ).

Pendatang muslim dalam jumlah besar terjadi pada awal abad ke-20. Mereka umumnya berasal dari Timur Tengah seperti Siria dan Libanon dan negara-negara di kekhalifahan Utsman (Turki). Pasca Perang Dunia II, khususnya pada tahun 1960-an dan 1970-an terjadi gelombang imigran yang cukup besar dari dunia Islam dimana di antara mereka banyak yang datang untuk belajar di universitas-universitas di AS. Islam merupakan salah satu agama yang berkembang paling pesat di AS. Bahkan, sesuai perkiraan yang dimuat dalam lembar fakta Departemen Luar Negeri AS, pada tahun 2010, jumlah penduduk Muslim AS diperkirakan akan melampui jumlah kaum Yahudi, dan menjadikan Islam agama terbesar nomor dua di negara itu setelah agama Kristen.

Menganalisis perkembangan Islam khususnya pertumbuhan penganut Islam dari waktu ke waktu tampaknya sulit dilakukan mengingat ketidaktersediaan data. Data jumlah penduduk muslim di Amerika pun sebenarnya masih simpang siur.  Tetapi hasil perkiraan dari berbagai sumber diperoleh bahwa jumlah penduduk muslim di Amerika Serikat berada pada kisaran 5 – 8 juta jiwa. Pada tahun 1991 sebuah laporan mencantumkan angka 5,22 juta jiwa (www.islam101.com/history/population2_usa.html). Jika data pada Tabel 2 yang menyebutkan jumlah penduduk muslim Amerika pada 2006 adalah akurat, maka tingkat pertumbuhan penduduk muslim per tahun adalah sekitar 1,3%. Menurut sebuah sumber, rata-rata sekitar 17.500 orang Amerika keturunan Afrika berpindah ke agama Islam setiap tahunnya antara 1990 dan 1995. Berdasarkan data yang diperoleh sari sebuah Islamic Centre (Islamicity), jumlah orang Amerika yang berpindah ke agama Islam yang tercatat di lembaga tersebut meningkat terus menerus selama 2001-2007 (lihat Grafik 1).     

 

grafik.jpg                     
 

Di Amerika ada tiga kategori penduduk Muslim yaitu immigran, American convert (muallaf), dan mereka yang terlahir di Amerika dari kedua kelompok tersebut. Dari seluruh penduduk Muslim, 50% penduduk muslim Amerika lahir di Amerika dan seperlima (19%) adalah muallaf (convert). Jika dilihat berdasarkan karakteristik geografis diperoleh penduduk muslim terbesar tinggal di negara bagian California (20% dari total penduduk muslim), diikuti oleh negara bagian New York (16%), Illionois (8,4%) dan New Jersey (4%). Sementara itu jika dilihat berdasarkan etnis, Asia Selatan & Tengah  dan Afro-Amerika menempati jumlah terbesar dengan persentase masing-masing 33% dan 30% diikuti Arab (25%). Etnis Eropa hanya sebesar 2%. Dari seluruh muallaf, sebagian besar dari mereka adalah Afro-Amerika (64%) diikuti oleh warga kulit putih (27%) dan Hispanik (6%). 

Perkembangan yang cepat juga ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah masjid yang didirikan di Amerika Serikat. Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR) pada 2001, jumlah masjid meningkat sebesar 25% selama kurun waktu 1994-2000, dengan jumlah yang hadir ke masjid secara rata-rata dari 150 orang pada tahun 1994 menjadi 292 orang pada 2000 (meningkat sebesar 94%). Total penduduk yang berasosiasi dengan seluruh masjid meningkat sebesar 300% selama periode yang sama. Selanjutnya secara rata-rata, setiap masjid di Amerika telah meng-Islam-kan sebanyak 16 orang per tahun.   

Bagaimana mereka (para muallaf) sampai memeluk Islam? 

Berdasarkan literatur yang ada, ada beberapa alasan kepindahan ke agama Islam. Empat alasan utama adalah tidak ada (kurangnya) human mediator, rasional, egalitarian dan penekanan pada aspek keadilan. Sementara itu ada beberapa cara menuju Islam. Diantaranya adalah dakwah yang dilakukan di penjara-penjara di Amerika, interaksi dengan orang-orang Islam (misalnya di perguruan-perguruan tinggi) baik melalui dialog maupun pernikahan, dan membaca sendiri literatur Islam yang ada baik Al Qur’an, buku-buku Islam dan internet Islam. Di antara ketiga cara tersebut, tampaknya cara ketiga khususnya internet (website tentang Islam) merupakan cara yang cukup efektif dan memegang peranan penting dalam perkembangan Islam khususnya di Amerika. Grafik 1 di atas merupakan salah satu bukti bahwa selama periode 2001-2007 terdapat sekitar 750 yang mengucapkan syahadat (masuk Islam) di Islamicity Centre setelah mereka mempelajari Islam di website milik Islamic Centre tersebut.  

Kondisi kondusif bagi berkembangnya Islam di Amerika 

Menurut hemat penulis, kiranya paling tidak ada dua faktor yang sangat kondusif bagi berkembangannya Islam di Amerika Serikat yaitu  (i) Tingkat pendidikan dan sitem pendidikan dan (ii) landasan yang mendasari berdirinya Negara Amerika Serikat.  

    Tingkat pendidikan dan sitem pendidikan

Rata-rata tingkat pendidikan yang tinggi berpengaruh pada cara berfikir. Budaya berfikir kritis (critical thinking) dalam sistem pendidikan barat juga sangat kondusif bagi perkembangan Islam di negara-negara barat, karena dengan berfikir kritis mereka mampu menemukan kebenaran sejati. Tingkat pendidikan yang tinggi, ditambah dengan adanya budaya “membaca” plus aspek “critical thinking” merupakan modal untuk menilai, mengkritisi, dan juga membandingkan antara ajaran agama yang satu dengan yang lain. Bagi para pencari kebenaran, Islam akan dapat dipastikan sebagai pemenang dan sebagai tambatan hati bagi mereka. Masuk Islamnya Alexander Russel Webb (orang kulit putih pertama yang masuk Islam karena belajar sendiri dan mendeklarasikan diri sebagai muslim) merupakan salah satu bukti yang mendukung hal ini. Contoh lain adalah cerita tentang masuk Islamnya Ali Selman Benoist, seorang sarjana kedokteran Perancis, yang menyatakan bahwa sebelum berpindah ke agama Islam, dia mempelajari Al Qur’an dengan “the critical spirit of a Western intellectual” (semangat berfikir kritis seorang intelektual Barat), serta Dirk Walter Mosig yang telah membaca seluruh kitab suci agama-agama yang ada. 

Berkaitan dengan budaya membaca ini, terkadang penulis malu pada diri sendiri. Mengapa? Kalau penulis membandingkan diri penulis dengan Tony Blair (mantan PM Inggris) mungkin pemahaman Tony Blair akan Al Qu’an jauh lebih baik. Penulis memang sudah menamatkan baca Al Qur’an beberapa kali, tetapi membaca maknanya atau terjemahannya belum pernah tamat sekalipun, sementara Tony Blair paling tidak sudah tiga kali menamatkan membaca Al Qur’an (terjemahnya), bahkan dia mencoba membawa Al Qur’an kemanapun dia pergi. Dalam sebuah wawancara dia menyatakan “Qur’an inspired me” dan “Qur’an memberikan dorongan pada saat-saat yang sulit”. Kebiasaan Blair membawa Al Qur’an kemanapun dia pergi meniru kebiasaan Chelsea Clinton (puteri mantan Presiden Bill Clinton) yang juga pernah menghadiahkan Qur’an kepada Tony Blair (Berita tentang hal ini bisa diakses di berbagai website, salah satu website misalnya http://education.guardian.co.uk/oxbridge/article/0,5500,561865,00.html. Pengakuan Blair bahwa dia telah membaca Al Qur’an juga dapat dilihat diwebsite resmi perdana menteri Inggris pada file tentang Tony Blair (lihat referensi).  

    Amerika didirikan di atas asas kebebasan, kesetaraan dan keadilan

Menurut Ustadz Syamsi Ali (berdasarkan forward mailing list MIIAS) asas-asas yang mendasari berdirinya Amerika sejalan dengan nilai-nilai Islam. Hal ini juga diakui oleh Michael Wolfe penulis artikel berjudul “Islam: The Next American Religion?”. Menurut Wolfe, Islam merupakan agama yang fit bagi kondisi Amerika saat ini. Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh Wolf antara lain: Islam memiliki semangat demokrasi, Islam itu egalitarian, dan Islam toleran terhadap keyakinan lain. Singkatnya, menurut Wofl America is closer in spirit to Islam than many Arab countries.   

 

Wajah Islam seperti apa yang muncul di Amerika Serikat? 

Islam yang lahir dari suatu tempat dimana kebebasan individu sangat dihargai dan juga di tengah tengah masyarakat yang pluralis dengan beragam latar belakang ditambah dengan tingkat pendidikan tinggi dan berfikir kritis tentunya akan lain dengan Islam yang ada sekarang di Negara-negara Timur Tengah atau di Indonesia dimana tingkat pendidikan masyarakat secara rata-rata masih sangat rendah dibandingkan dengan tingkat pendidikan masyarakat di Negara-negara Barat. Muslim di Amerika (yang umumnya educated berdasarkan sebuah laporan penelitian) tentunya lebih toleran baik terhadap perbedaan pandangan maupun terhadap kelompok agama lain. Islam yang lahir di Negara-negara Barat umumnya dan di Amerika khususnya cenderung tidak mengarah pada sektarianisme, karena masyarakat Barat sudah terbiasa dengan perbedaan.  Meskipun mungkin  aliran sunni banyak berpengaruh pada perkembangan  Islam di Barat, tetapi isu-isu sektarianisme atau paham golongan tidaklah kental seperti yang terjadi di Timur Tengah (sunni dan syiah) atau di Indonesia (NU, Muhammadiyah dan kelompok lain). Jadi yang muncul adalah nama Islam tanpa embel-embel. Apa yang dikatakan salah seorang guru penulis mungkin dapat mendukung hal tersebut di atas. Salah seorang guru penulis di kampung halaman pernah mengatakan “seorang ustadz di kampung belum sempurna menjadi ustadz kalau belum pernah menetap di Jakarta”. Mengapa? Karena dengan pernah menetap di Jakarta untuk sekian lama, maka akan terbiasa bergaul atau bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Hal ini akan membentuk karakter seseorang yang lebih toleran terhadap perbedaan dan mengurangi rasa ke”AKU”an seperti akulah yang paling benar. Kalau di kampung banyak dijumpai sentimen keNUan dan keMuhamadiyahan, maka sentimen ini tidak terlalu kental atau tak terlihat di Jakarta.  

Islam pasca peristiwa 11 September 

Peristiwa 11 September yang diduga sebelumnya akan membalikkan tren perkembangan Islam yang pesat di Negara-negara Barat khususnya Amerika, ternyata peristiwa tersebut justru menjadi starting point keinginan masyarakat Barat untuk mengetahui lebih jauh apa itu Islam. Salah satu buktinya adalah Qur’an sebagai ‘Buku” paling laris atau best seller. Di Inggris, setelah peristiwa 11 September menurut laporan dari Masjid Menchester ada 16 orang yang masuk Islam. Di Amerika pasca 11 September, memang sempat terindikasi adanya perlambatan dalam jumlah orang yang memeluk Islam (lihat Grafik 1 di atas) khususnya pada 2002. Akan tetapi sejak 2003, laju pertambahan orang yang masuk Islam terlihat lebih cepat. Hal ini mungkin dikarenakan banyak orang yang setelah membaca Al Qur’an ternyata justru menemukan bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan terorisme. Islam sebagai agama yang dipahami secara salah (misunderstood religion) khususnya di Amerika Serikat utamanya disebabkan paling tidak oleh dua faktor. Pertama, sebagian besar masyarakat Amerika tidak banyak mengetahui tentang Islam atau bahkan tidak tahu sama sekali. Hasil sebuah survei yang dilakukan setelah peristiwa 11 September diperoleh bahwa lebih dari 60% tidak tahu tentang Islam. Kedua, adanya kecenderungan media massa yang menampilkan Islam secara negatif. Hal ini bisa dipahami mengingat media massa yang umumnya dikuasai oleh golongan yahudi, yang menurut Al Qur’an Surat Al Maidah ayat  82 (lihat di bawah) merupakan salah satu golongan yang paling keras memusuhi Islam. Hal ini didukung oleh cerita singkat di bawah. Penulis dapatkan sebuah cerita yang menurut penulis menarik untuk diungkapkan. Ringkasnya, setelah peristiwa  11 September Dr. Walid Fatihi, seorang instruktur di Harvard Medical School, beserta keluarga dan anaknya datang ke Gereja terbesar di Boston atas undangan resmi dari Masyarakat Isalm Boston (Islamic Society of Boston) untuk mewakili Islam  untuk memenuhi undangan khusus dari senator Boston. Pada kesempatan tersebut dia membacakan pernyataan resmi pengecaman peristiwa 11 September yang isinya juga menyatakan prinsip-prinsip Islam dan ajaran-ajarannya. Setelah itu dia membacakan beberapa ayat Al Qur’an yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Apa yang terjadi adalah gereja tersebut dipenuhi dengan air mata ketika mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an dibacakan. Setelah acara selesai, seseorang wanita mengatakan padanya: “Saya tidak paham bahasa Arab, tetapi tidak ada keraguan bahwa apa yang kamu katakana adalah firman Allah”. Lalu ada lagi yang seorang pria yang penuh dengan air mata yang berdiri menunggu di pintu masuk gereja berkata: “Kamu sama seperti kami; tidak, kamu lebih baik dari kami”. Pada hari berikutnya, giliran Islamic Society of Boston mengundang secara terbuka masyarakat Boston untuk datang ke Islamic Centre untuk berdialog. Undangan tersebut diperkirakan paling banyak dihadiri oleh 100 orang, tetapi di luar dugaan lebih dari 1000 orang hadir baik dari masyarakat gereja dan pimpinan gereja setempat, dosen, mahasiswa dan pejabat. Mereka semua duduk di lantai masjid. Sekali lagi ketika dibacakan ayat-ayat Al Qur’an mata mereka penuh dengan air mata. Sejak itu banyak di antara mereka yang meminta untuk ikut serta dalam kajian mingguan (weekly lessons) khusus bagi non-muslim yang diadakan oleh Islamic Centre tersebut. Banyak di antara mereka yang mengaku mengetahui Islam hanya dari media yang cenderung bias.  Peristiwa tersebut sebenarnya juga pernah terjadi pada jaman Nabi dimana ketika orang-orang Nasrani dari Najran diundang Nabi lalu ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, air mata mereka bercucuran. Al Qur’an menyebutkan bahwa orang-orang Kristen adalah kelompok yang dekat persahabatannya dengan orang-orang Islam dibandingkan kaum lainnya. QS Al Maidah ayat 82-83 berbunyi (artinya):“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.   

Penutup 

Sebagai penutup, penulis kutipkan QS An Nashr ayat 1-2 yang artinya: “Ketika datang pertolongan Allah dan kemenangan, maka kamu akan melihat orang masuk agama Allah dengan berbondong-bondong”. Meskipun ayat ini turun menggambarkan penaklukan kota Mekkah sebagai basis kaum musyrik/kafir, penulis yakin bahwa karena Al Qur’an berlaku sepanjang zaman, maka Amerika sebagai Negara adidaya yang mungkin tidak ada negara satupun yang bisa menandinginya, hanya bisa ditaklukan oleh Islam. Jadi peristiwa serupa seperti Fathu Makkah itu akan terjadi di Amerika yang kalau boleh disebut Fathu Amrikiyyah. Dan yakinlah bahwa sesuai janji Allah bahwa Islam akan keluar sebagai pemenang dan melebihi semua agama yang ada, seperti yang disebutkan pada QS Al-Fat-h (Kemenangan) ayat 28 yang artinya:  

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS 48:28).

Dan Juga QS. At Taubah, 9: 32-33

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (QS. At Taubah, 9: 32-33).

Atas kekuasaan Allah Islam akan Berjaya kembali suatu saat sesuai janji Allah di atas, dan mungkin bisa juga kita renungkan apa kata Napoleon Bonaparte: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the principles of Qur’an which alone are true and which alone can lead men to happiness”. (French Emperor Napoleon Bonaparte, dikutip dalam  Christian Cherfils, ‘Bonaparte et Islam,’ Pedone Ed., Paris, France, 1914, pp. 105, 12). Apakah Napoleon resmi masuk Islam, ada perbedaan pendapat. Tetapi  David Mosa Pidcock, seorang muallaf dari Inggris, dalam bukunya berjudul “Satanic Voices – Ancient and Modern” yang mengutif sebuah surat kabar resmi berbahasa Perancis menyatakan keyakinannya bahwa Napoleon Bonaparte masuk Islam bahkan menurut dia surat kabar tersebut menyebutkan nama muslimnya yaitu ‘Aly (Ali) Napoléon Bonaparte’. Wallohu a’lam. 

Referensi:

Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya, Depag.
Ihsan Bagby, I. Perl, P.M., and Froehle, B.T. 2001, The Mosque in America: A National Portrait,  A Report from the Mosque Study Project, Council on American-Islamic Relations, Washington, D.C.
http://www.riseofislam.com/europe_and_islam_01.html
Wolfe, Michael  “Islam: The Next American Religion?”, available:www.masjidtucson.org
Napoleon Bonaparte embraced Islam? http://media.isnet.org/off/Islam/New/napoleon.html

 

 

 

 

 

A Wave of Convertion to Islam in the U.S. Following September 11, http://www.sultan.org/articles/convert.html
http://www.number-10.gov.uk/output/Page1624.asp
http://www.spectator.co.uk/coffeehouse/29507/what-will-blair-do-next.thtml 

http://www.islamicvoice.com/may.2000/news.htm#bla

www.islam101.com/history/population2_usa.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_Russell_Web

 

 

19 Responses to “MATAHARI TELAH TERBIT DARI BARAT?”

  1. Dani said

    Pak Ali, kalau menurut saya, “Matahari Terbit dari Barat”, itu maknanya bukan jika “Islam sudah berkembang di Barat”, sebab kalau ini maknanya, maka Islam sudah muncul sebagai peradaban primer di Eropa, yakni ketika masa Umayyah II (Islam Spanyol). Para tokohnya di antaranya Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd.

    Maka yang betul menurut saya, disebut “Matahari Terbit dari Barat” yakni jika Persyarikatan Muhammadiyah sudah berdiri dan tumbuh di Eropa dan Amerika, layaknya tumbuh di Banyumas dan Purwokerto. Kalau ini sudah terjadi, baru kita tunggu kiamat. He..he..

    Ya, bisa juga begitu Pak Ustad Dani. Memang mungkin lebih tepat ‘Islam sudah berkembang di Barat”.
    Wass.

  2. bawied said

    Assalamualaikum Mas Ali,

    Artikelnya inspiring banget

    thanks

    Wassalaamu’alaikum
    Thanks, semoga kita semua terinspirasi untuk mengkaji Al Qur’an lebih dalam lagi

    Wass. ww
    Ali

  3. somet said

    Bang, mohon maaf itu tentang PM.Tony Blair yang bilang Al-Qur’an telah menginspirasi dirinya refrensinya dari mana yha? Saya nyari di website ngga ketemu2, makasih banyak😀

    Wass.
    Click di referensi berikut (ini ada di daftar referensi di atas):
    http://www.islamicvoice.com/may.2000/news.htm#bla

    Wass. ww
    Ali

  4. Achie-chui said

    Pak, Bang, Mas Ali,
    Ayam Jantan dari Timur bukan Pattimura, tapi Hassanudin.Tapi tetap tidak mengurangi makna artikel keseluruhan. Seperti kata Bawied sebelumnya..
    Inspiring!!!!

    Ass. ww.

    Terima kasih atas koreksinya … sekaligus saya revisi. Sekali lagi terima kasih
    Wass. ww
    Ali

  5. kangismet said

    Assalamu’alaikum Ust…
    Tentang “Matahari yang terbit dari barat” sebagai pertanda akan datangnya kiamat, ada juga yang berpendapat :
    “Barat menjadi ‘kiblat’ manusia”, karena kondisi barat sudah menjadi ‘kiblat’ sebagian besar manusia saat ini , makanan, minuman, pakaian, gaya hidup dll.
    “Matahari” di sini tidak diartikan dengan Islam, tapi “Sumber Kehidupan”, yang ber’kiblat’ ke barat.
    Bagaimana dengan hal ini Ust?

    Waalaikum salam,
    Terima kasih atas komentarnya. Bagi saya silahkan menafsirkan dengan cara lain dan menurut saya itu sah-sah saja, mungkin tafsiran saya salah…namanya juga tafsiran. Tetapi bagi saya melihat fungsi matahari sebagai penerang selaras dengan Islam sebagai penerang atau menerangi jalan kegelapan — “Minadz-dzulumaati ilan-nuur”.
    Wass. ww
    Ali

  6. ahmad said

    Yang dimaksud terbit dari barat ya benar2 terbit dari barat. tidak ada yang sulit bagi Allah SWT. Klo masih sulit menerima itu maka harusnya kalian mempertanyakan iman kalian

    Saat matahari terbit dari barat maka pintu taubat akan tertutup. Berarti kalau benar matahari sudah terbit dari barat menurut kalian, maka sekarang sudah tidak ada gunanya bertobat karena pintunya sudah ditutup.

    Padahal masih banyak kejadian hari akhir yang belum terjadi.
    Mengajilah!!!

    Ass. ww
    Saya tidak menyalahkan pendapat anda. Memang semuanya sangat-sangat mudah bagi Allah, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan say yakin seyakin yakinnya. Saya di sini berbicara tanda-tanda kiamat. Sesuai hukum alam, kalau matahri terbit dari barat yang sebenarnya, itu bukan tanda-tanda kiamat lagi, melainkan sudah kiamat.
    Terima kasih atas sarannya, dan saya akan selalu mengaji dan menimba ilmu. Sekali lagi terima kasih semoga Allah membalas kebaikan anda yang telah mengingatkan saya untuk selalu mengaji.

    Wass. ww
    Ali

  7. hery said

    Ass. wr,wb.
    banyak mkna matahari terbit dari barat. tapi saya lebih cenderung pemahaman H. Ali mstofa dalam Bukunya “Ternyata akhirat tidak kekal”. saya tertarik karena Islam dan sains terkait,Allahu akbar

  8. edogawa said

    hmmmm,,,,, tafsiran ini boleh juga, tapi kayaknya kalau sumbernya dari wikipedia sama website jadi kurang akurat deh, hehehehehe,,,,
    tapi ya sudah dink, itu terserah anda juga

  9. tio said

    hmmm, kalau saya sih mengartikan matahari terbit dari barat itu adalah suatu keterbalikan (yang seharusnya matahari terbit dari timur).. sama halnya ketika api menjadi dingin dan ketika batu menjadi cair.. maka kiamat akan datang ketika kebenaran telah dianggap sebagai kesalahan dan kesalahan telah dianggap sebagai suatu kebenaran..

  10. Zulfahmi coen said

    Matahari terbit dari barat, bukan kiasan. Benar2 akan terjadi, yg didahului hilangnya matahari selama 3 hari.
    Ttp bagi yg dekat dgn pilosofi/hikmah, memang menafsirkan secara kiasan seperti yg disebutkan diatas. Tapi menurut saya lebih tepat jika matahari sebagai sumber cahaya/energi kehidupan ditafsirkan sebagai pola pikir dan pola hidup mayoritas manusia timur telah kebarat baratan, termasuk juga muslim.
    Bisa kita saksikan cara hidup kita di Indonesia yg mayoritas muslim dgn pola pergaulan dan cara hidup yg bermegah2an. Kadang saya tak bisa bedakan muslimah dgn non muslimah dari cara mereka berpakaian atau pun acara2 keagamaan muslim dgn non muslim, dua2nya pake nyanyian.
    Jgn terlalu bangga dgn jumlah yg banyak, karna Islam berkembang dari jumlah yg sedikit tapi mampu mengalahkan yg banyak. Dan Islam bermula dari sesuatu yg asing dan kembali menjadi asing, seperti semula.

  11. trya said

    wahhh…kykny bner nih lw Kiamat itu uda dekat

  12. Deli said

    Assalamualaikum Mas Ali,
    numpang baca nih…sebetulnya matahari sudah lama muncul dari barat … cuma matahari benerannya yang belum …karena memang matahari yang sebenarnya juga akan padam … saat ini matahrinya adalah ilmu pengetahuan … masalah di indonesia … kita diajarkan untuk beriman kepada kitab mazhab … dan bukan kepada Alqur’an … bagi yang mengerti maksud beriman kepada Alquran … seperti yang mas Ali lakukan ini … yang lain hanya sebagai refensi … malah sebetulnya tidak perlu referensi … karena Alquran adalah kitab penjelas, kitab terperinci, dan dan kitab yang nyata … pengetahuan yang ada sekarang sudah membuktikan dengan gamblang kenapa sih kita tidak bisa melihat Allah? … cuma di Indonesia memang memiliki karakteristik kebodohan yang tinggi … Kita hari ini tidak mampu membaca Alquran seperti apa yang dimaksudkan oleh Allah … tapi ini adalah kehendak dan skenario Allah juga … yang penting mari perbaiki cara beriman kepada kitab Allah … Insya Allah akan dibimbingNya kepada cahanyanya … bagaimana kita bersama-sama membuat buku pelajaran disemua cabang ilmu pengetahuan berdasarkan kitab Allah … misalnya seperti yang dicontohkan oleh mas Ali … bagaimana cara membuat baja … bagaimana cara menghitung volume masing-masing material dengan menggunakan ayat-ayat Allah … jadi kita sebagai umat Islam menjadi orang yang mengetahui, berakal, berfikir, dan mendengar … Insya Allah … dan kita tidak dianggap sebagai mencari pembenaran oleh kaum yang lain … mari lakukan dengan cara ilmiah … sehingga FPI tidak bisa membajak Islam hanya karena pemahaman mereka dalam beberapa ayat dan hadits … kalau tidak kita lakukan maka hal-hal yang dilakukan osama, fpi, dll. yang terjadi … terus lanjutkan kajiannya mas Ali … saya usulkan mungkin juga dengan siapa saja yang setuju untuk kerjasama mempersiapkan konsep buku pelajaran sekolah … khususnya setiap mata pelajaran yang ada saat ini mulai 0 tahun s.d 18 tahun … yang sumber utamanya adalah alqur’an … dan bukan buku lain … bukan berarti buku lain tidak berguna … tapi posisinya yang harus dirubah … maksih…wassalam…Deli

  13. Adisty said

    Pak Ali mohon pencerahannya berkaitan dengan matahari terbit dari barat dan kaitannya dengan semboyan internasional bahwa INDONESIA itu didalamnya ADA MACAN TIDUR???
    Sebab saya pernah melalui FB ke singapur, thailand, japan bahkan china mengatakan kurang lebihnya sebagai berikut; “sungguh negara kami tanpa Indonesia yang “sebenarnya” maka negara kami tidak ada apa-apanya?”
    Saya pernah menjawab sekenanya bahwa mungkin dari sektor ekonomi barang kali bahwa Indonesia sebagai konsumen terbesar produksi bisnis mereka namun yang saya bingungkan lagi malah mereka mengatakan saya belum mengerti bahwa makna INDONESIA YANG SEBENARNYA bagi mereka adalah MACAN TIDUR di Indonesia itu sendiri yang menurut mereka bahwa Macan Tidur itu jelas ada Pengakuan Internasional sebagai pemimpin dunia. Kira-kira apa maksudnya? Apakah makna matahari yang terbit dari barat itu adalah kebangkitan suatu bangsa dan dunia dalam klausa Macan Tidur dan kalo memang demikian disebelah barat Indonesia (WIB) maksudnya ataukah ada makna lain???

    Mohon Pak Ali dan rekan yang lain memberikan sumbangsingnya bagi saya memperdalam pengetahuan.
    Salam Hormat.
    Wass..

  14. Anonymous said

    assalamualaikum

    alhamdulillah……….. tulisan anda “menyegarkan”………….
    numpang baca ….. dan numpang copy……….
    semoga Allah meluaskan segala kebaikan bagi anda…dan yang membaca dapat meningkatkan keyakinan dan menumbuhkan cara berfikir yang lebih ………….amiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnn

  15. Aldy said

    tapi kalo pendapat ane bahwa matahari nanti akan benar2 terbit dari barat..

    karna ane pernah baca hadist nabi kurang lebih begini isinya :
    ” kiamat tdak akan terjadi hingga matahari terbit dari arah terbenambnya sampai ditengah dan akan kembali ke tempat terbenamnya”

    karna matahari terbit dari arah barat termasuk 10 tanda besar kiamat .. awal rangkaian 10 tanda besar di mulai dari Dajjal si mata 1 dan itu belum muncul sebelum imam Al mahdi keluar ..

    itu masih ane percayain..
    ane hanya berpendapat pak .. piss😀

  16. This website was… how do you say it? Relevant!! Finally I have
    found something that helped me. Thanks a lot!

  17. Rd.Deden Syaiful Achyar said

    Pada saat penceramah di TV berdakwah seputar hajat hidup se hari hari Dan beberapa diantaranya diselingi tawa canda utk menaikkan jumlah pemirsa .Mungkin tidak yah,…Ada station TV yang mau tayangin ceramahnya ustadz Ali Biar menjadi inspirator pemahaman Al Qur’an…buat orang semacem ane yang butuh…makasih ye. Bang Ustadz Ali. Wassalam deden banten

    Wa’alaikum salam ww

    Waduuh bukan level saya yang faqir dalam segala hal termasuk pemahaman Al Quran yang masih sangat-sangat terbatas untuk berceramah di TV. Apalagi bapak menyebut saya dengan sebutan ustadz sepertinya bukan levelnya saya masuk dalam dunia ustadz. Saya hanya coba memahami apa yang saya mampu. “Qul innamal ‘ilmu ‘indallaah”.

    Wassalaamu’alaikum ww
    Ali

  18. Amrullah said

    Indonesia kini (2015 ) telah di pimpin oleh pemimpin yang membodohi yang di pimpinnya lengkaplah akhir dunia ini dengan segera, yang diucapkan oleh rasulullah sudah terlihat
    kelak menjelang akhir dunia ini akan ada masa pemimpin yang bodoh dan membodohi umat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: